Seputar Mitos Tentang Makanan Oganik

29 Juni 2008 at 3:28 am Tinggalkan komentar

Seputar Mitos Tentang Makanan Oganik

Seputar Mitos Tentang Makanan Oganik

TREN mengonsumsi makanan organik memang mulai meningkat seiring dengan kesadaran akan betapa pentingnya faktor makanan bagi kesehatan. Sebagian masyarakat bahkan rela mengeluarkan bujet lebih besar demi mendapatkan buah-buahan atau sayuran organik yang di Tanah Air relatif masih terbilang lebih mahal ketimbang jenis biasa.

Mengonsumsi makanan organik secara konsisten diyakini dapat menjadi upaya mempetahankan diri dari ancaman beragam penyakit. Makanan organik dinilai sehat karena pada saat proses penanaman sampai panen tidak mengalami proses kimiawi atau menggunakan bahan sintetik, seperti pestisida, herbisida, pupuk dengan kandungan kimia, penyuntikan hormon atau antibiotik, serta prosesnya tanpa radiasi ionisasi maupun pemodifikasian genetik. Karena itu, proses yang natural tersebut aman untuk dikonsumsi oleh tubuh.

Makanan Organik meskipun menyehatkan, sebenarnya tak semua makanan organik menguntungkan. Ada beberapa mitos seputar makanan organik yang harus diluruskan. Dengan memahaminya, Anda dapat menggunakan makanan organik dengan tepat.

1. Organik selalu aman dan baik bagi lingkungan?.

Organik memang ditanam di tanah yang tidak terkontaminasi kandungan kimia atau disiram dengan pestisida dan jenis zat kimia lain seperti halnya lahan pertanian biasa. Namun begitu, sejak lahan pertanian organik hanya memproduksi setengah dari produksi pertania konvensional. Penanaman organik menjad memboroskann lahan dalam penanaman buah da sayuran.

Dennis Avery dari Hudson Institute’s Center for Global Food Issues memperkirakan pertanian sistem modern menghemat hingga 15 juta meter persegi pembukaan hutan dan habitat binatang liar. Jika seluruh dunia harus memilih penanaman organik, kita harus mengorbankan hutan hingga 10 juta mil persegi hutan.

2. Organik lebih banyak mengandung nutrisi?

Berbagai studi mengenai makanan organik selalu tidak konsisten. Ada yang menyebut kandungan vitamin C dalam tomat organik lebih baik ketimbang tomat biasa; ada juga yang menemukan kadar anti-kanker flavonoids pada jagun dan strawberri organik. Namun riset lainnya menyebutkan bahwa makanan organik tidak memiliki keunggulan lebih dalam hal kandungan nutrisi . Apa yang membuat perbedaan mencolok dalam hal kandungan nutrisinya adalah berapa lama ditanam dan disimpan di rak makanan. Bayam misalnya, bia kehilangan setengah dari kadar foliatenya dalam selang waktu sepekan.

3. Organik lebih enak rasanya?

Tidak ada yang bisa mengungkapkannya kecuali dalam sebuan penelitian tentang apel, di mana yang jenis organik memang lebih unggul. Untuk mendapatkan raspberries yang rasanya lebih alami atau asam-manis, Anda harus membelinya di tempat buah itu ditanam, pada musimnya dan tidak disimpan dalam jangka waktu lama. Kenyataannya, buah atau sayuran tidak akan lagi dalam kondisi terbaiknya bila sudah melewati penerbangann yang lama atau melewati proses pelapisan. Belum lagi bila harus tersimpan selama seminggu di pasar atau toko.

4. Tak perlu dicuci terlalu bersih seperti makanan biasa.

Seluruh produk organik, apakah dibeli dari toko grosir atau petani lokal di dekat rumah Anda, tetap rawan akan kontaminasi bakteri seperti E. coli. Tanah dan sumber pengairan yang terkontaminasi E. coli bisa menempel da masuk dalam buah atau sayur. Melon, selada, tauge, tomat, sbayam, daun bawang, bisa tercemar ketik mereka tumbuh dan dekat dengan tanah. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah: Cuci semua produk dengan air yang mengalir.

5. Memakai organik = membantu petani kecil atau perusahaan ramah lingkungan?

Perusahaan-perusahaan raksasa di AS justru berbisnis di sektor organik. General Mills memiliki Cascadian Farms, Kraft berada di belakang Back to Nature dan Boca Burger. Kellogg’s memiliki Morningstar Farms, Tingginya permintaan membuat perusahaan-perusahaan ini mengimpor baha-bahan organik semurah mungkin dari negara lain. Meski nilai penjualan produk makanan organik di AS melonjak hingga $1 miliar pada tahun lalu, ironisnya hanya sekitar 16 persen saja yang ditanam di lahan lokal. Dengan CO2 yang dihasilkan dari transportasi, keramahan produk organik bagi lingkungan menjadi dipertanyakan.

6. Organik lebih sehat buat Anda?

Makanan organik tidak lagi menyehatkan bila bentuknya sudah menjadi kripik organik, soda organik atau kue organik. Gula dari tebu organik juga tetaplah gula, keripik dari kentang organik juga tetaplah digoreng.

Sumber : yanagizawa.blogspot.com

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

021-932-90-325 atau 0856-9121-3069

Atau kunjungi :

http://melilea-organik-makanan-kesehatan.blogspot.com/

Seputar Mitos Tentang Makanan Oganik

Bisnis Organik Konsultasi Kesehatan Tips Hidup Sehat Melilea

Iklan

Entry filed under: GFO, greenfield organic, greenfield organik, makanan kesehatan, makanan organik, melilea organik, organik. Tags: , , , , , .

Tips Mencegah Penyakit Tubuh Bukti Gejala Penyakit Hepatitis B sulit Terdeteksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed




kantor cabang negara melilea

kantor alamat melilea

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

melilea,alamat melilea,melilea greenfield organik,greenfield organic,susu soya,agen distributor melilea,daftar harga melilea,botanical skin care,qinergy,artikel kesehatan,makanan kesehatan,makanan organik,juice apple orchard,tentang kesehatan,hidup sehat,penyembuh penyakit,naturapati

 melilea greenfield organik

melilea susu soya

Sumatera Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam Medan, Sumatera Utara Padang, Sumatera Barat Pekanbaru, Riau Tanjung Pinang, Kepulauan Riau Jambi, Jambi Palembang, Sumatera Selatan Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung Bengkulu, Bengkulu Bandar Lampung, Lampung Jawa Serang, Banten Jakarta, DKI Jakarta Raya Bandung, Jawa Barat Semarang, Jawa Tengah Yogyakarta, DI Yogyakarta Surabaya, Jawa Timur Nusa Tenggara Denpasar, Bali Mataram, Nusa Tenggara Barat Kupang, Nusa Tenggara Timur Kalimantan Pontianak, Kalimantan Barat Palangka Raya, Kalimantan Tengah Banjarmasin, Kalimanan Selatan Samarinda, Kalimantan Timur Sulawesi Manado, Sulawesi Utara Gorontalo, Gorontalo Palu, Sulawesi Tengah Mamuju, Sulawesi Barat Makassar, Sulawesi Selatan Kendari, Sulawesi Tenggara Maluku Ambon, Maluku Ternate, Maluku Utara Papua Manokwari, Papua Barat Jayapura, Papua Timur Timika, Papua Tengah


%d blogger menyukai ini: